Hasrat Tubuh, Kosmetik, Kecantikan: Perempuan sebagai Kosmos dan Konsumen Citraan
“Musuh terburuk adalah saran. Bolehkah aku memberikan saran? Ini masalah peka. Ini soal rambutmu, karena itu aku bertanya,” ujar John Milton kepada Mary Ann dalam sebuah pesta. “Tidak apa-apa, silakan saja. Maksudku, kau tidak menyukainya?”, balas Mary Ann. “Bukan, bukan. Aku suka. Rambutmu indah. Hanya saja tidak cocok denganmu. Kau terlalu ceria untuk berambut keriting begitu. Itu tidak menggambarkan dirimu yang sebenarnya. Kau harus menarik rambutmu ke belakang. Lakukanlah, lihat hasilnya,” tukas Milton. Dengan ragu Mary Ann kembali bertanya, “Sekarang, di sini, kau minta rambutku ditarik ke belakang?” “Apa permintaan itu berlebihan? Aku mau melakukannya, tapi jika kulakukan, semua orang yang pura-pura tak melihat kita akan berpikiran kita berselingkuh. Kumohon,” pinta Milton sambil merapatkan kedua telapak tangannya sehingga tampak seperti orang yang benar-benar sedang memohon kepada Mary Ann. Dengan ragu-ragu Mary Ann melakukannya sambil bercermin, dan kemudian Milton pun berkata, “Menyenangkan sekali jika pendapat kita benar.” Mereka berdua pun tertawa. Milton kemudian menyambung, “Ini baru indah. Kau harus memotong rambutmu.” Dengan sedikit terkejut Mary Ann bertanya, “Apa kau serius?” Milton pun kemudian menegaskan, “Bahu perempuan adalah bagian terpenting dari mistiknya. Dan lehernya, jika perempuan itu ceria, memiliki misteri seperti kota perbatasan. Tanah tak bertuan di pertempuran antara pikiran dan tubuh. Kau tahu, warna rambutmu yang asli akan memperindah matamu.” (more…)
