<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>amare reflectere</title>
	<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Aug 2008 08:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Mendesain Hasrat: Hasrat Visual dan Visualisasi Hasrat pada Objek Desain</title>
		<description>	Aku mengamati Arthur memanggil seorang pria bercelana jins, yang dengan menyebalkan datang lalu mengangkat lemari itu seolah lemari itu terbuat dari kertas—lalu aku membuntuti mereka masuk ke dalam toko yang hangat, dan mulai melihat-lihat ke sekeliling lagi padahal baru sepuluh menit yang lalu aku meninggalkan tempat itu. Aku betul-betul menyukai ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/23/mendesain-hasrat-hasrat-visual-dan-visualisasi-hasrat-pada-objek-desain/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hasrat Tubuh, Kosmetik, Kecantikan: Perempuan sebagai Kosmos dan Konsumen Citraan</title>
		<description>	“Musuh terburuk adalah saran. Bolehkah aku memberikan saran? Ini masalah peka. Ini soal rambutmu, karena itu aku bertanya,” ujar John Milton kepada Mary Ann dalam sebuah pesta. “Tidak apa-apa, silakan saja. Maksudku, kau tidak menyukainya?”, balas Mary Ann. “Bukan, bukan. Aku suka. Rambutmu indah. Hanya saja tidak cocok denganmu. Kau ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/23/hasrat-tubuh-kosmetik-kecantikan-perempuan-sebagai-kosmos-dan-konsumen-citraan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Homo Desiderare: Libidinal dan Karnal dalam Ruang-Hidup</title>
		<description>	“Eddie Barzoon, Eddie Barzoon. Akulah yang merawatnya saat dia melewati dua perceraiannya, rehabilitasi kokain, dan menghamili seorang resepsionis. Makhluk ciptaan Tuhan, bukan? Makhluk ciptaan Tuhan yang istimewa. Aku telah mengingatkan dia dalam setiap langkahnya. Mengamatinya terpental ke sana kemari seperti permainan keparat. Seperti boneka yang dapat diputar. Seperti makhluk serakah ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/23/homo-desiderare-libidinal-dan-karnal-dalam-ruang-hidup/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Dari Mitos Oedipus hingga Dongeng Sangkuriang: Aspek Struktural Budaya Sunda dan Pasulukan Pasundan Haji Hasan Mustapa</title>
		<description>	Pendahuluan
	Dongeng Sangkuriang dalam berbagai versinya yang berkembang di masyarakat selalu menampilkan Dayang Sumbi, wanita yang melahirkan Sangkuriang terlahir dari babi dan ayahnya yang berupa anjing. Dongeng yang dihubungkan dengan mula terbentuknya Lembah Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu ini sering ditafsirkan sebagai bentuk peyoratif penolakan orang Sunda terhadap incest. Dongeng ini ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/19/dari-mitos-oedipus-hingga-dongeng-sangkuriang-aspek-struktural-budaya-sunda-dan-pasulukan-pasundan-haji-hasan-mustapa/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Spiritualitas/Terapi: Fenomena Keberagamaan dan Tashawwuf di Masyarakat Perkotaan</title>
		<description>	

Beberapa tahun sebelum menerima e-mail ini, pada saat buku-buku how to, self-help, atau do it yourself mulai marak di Indonesia, saya berkelakar dengan seorang sahabat, “Jangan-jangan sebentar lagi akan terbit buku berjudul Kiat Praktis Menjadi Sufi dalam 30 Hari.” Sahabat tersebut menimpali, “Dan, tidak lama kemudian, akan terbit buku dengan ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/19/spiritualitasterapi-fenomena-keberagamaan-dan-tashawwuf-di-masyarakat-perkotaan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Freud + Saussure = Lacan</title>
		<description>	Dalam pembahasannya tentang pembagian absolut antara ketaksadaran dan kesadaran (atau antara id dan ego), Sigmund Freud memperkenalkan gagasan tentang diri manusia, atau subjek, sebagai sesuatu yang secara radikal terbagi dan terbelah (split) di antara dua wilayah kesadaran dan ketaksadaran. Pada satu sisi, gagasan umum humanis Barat tentang diri atau personhood ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/18/freud-saussure-lacan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Yang Lebur dalam Phantasmagoria: Melihat Bagaimana Hidup Kita Dibentuk dalam Televisi</title>
		<description>	&#8220;Hakikat televisi sama dengan sifat umum semua obat berbahaya. Acaranya yang terkendali, seragam dan diulang-ulang memungkinkannya menjadi alat pemaksa, pencuci otak dan manipulasi. Televisi menyurupi keadaan jiwa pemirsa yang merupakan persyaratan pertama yang perlu untuk dicuci&#8221;. (Terrence McKenna) 
	Benda itu memiliki banyak gelar seperti stupid box, layar kaca, kotak ajaib, ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/18/yang-lebur-dalam-phantasmagoria-melihat-bagaimana-hidup-kita-dibentuk-dalam-televisi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Ujian: Wahana Transformasi Diri dalam Suluk</title>
		<description>	Seorang ibu terbaring lemah di kasurnya dalam keadaan cukup parah. Kondisi itu bermula dari tekadnya untuk tidak menjamah makanan dan minuman hingga ajal, karena anak lelaki kesayangannya telah mengambil keputusan yang tidak direstuinya, yaitu, pindah agama. Ketika ibu itu sekarat, para sanak keluarga membawa anak lelakinya untuk melihat terakhir kali ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/17/ujian-wahana-transformasi-diri-dalam-suluk/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Spiritualitas dan Realitas Kebudayaan Kontemporer: Catatan tentang Pemikiran Yasraf Amir Piliang</title>
		<description>	“Leon, rasanya aku jatuh cinta kepadamu. Kau tahu, ini adalah yang pertama kali bagiku,” ujar Mathilda. “Bagaimana kau tahu bahwa itu adalah cinta jika engkau tidak pernah jatuh cinta sebelumnya?” timpal Leon. “Karena aku merasakannya,” jawab Mathilda. “Di mana?” tanya Leon. “Di perutku&#8230;Rasanya hangat. Aku selalu merasa kejang di perutku, ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/14/spiritualitas-dan-realitas-kebudayaan-kontemporer-catatan-tentang-pemikiran-yasraf-amir-piliang/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hasrat yang Tersembunyi di Balik Hijab: Mitologi, Teologi dan Ideologi dari Jilbab</title>
		<description>	Baghdad beberapa ratus tahun yang lalu. Seorang perempuan berwajah cantik memasuki kota tersebut dengan hanya menutupi separuh wajahnya menggunakan cadar serta membiarkan separuhnya lagi terbuka. Maka bertanyalah seorang lelaki yang berpapasan dengannya “Mengapa engkau tidak menutup seluruh wajahmu?” Dia menjawab, “Tunjukkan dulu kepadaku seorang laki-laki sejati agar aku bisa menutup ...</description>
		<link>http://dewialessandrapurnamasari.blogsome.com/2008/08/14/hasrat-yang-tersembunyi-di-balik-hijab-mitologi-teologi-dan-ideologi-dari-jilbab/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
